Pengajaran merupakan aktifitas (proses) yang sistematis dan
sistemik yang terdiri atas banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran
tidak bersifat parsial (terpisah) atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus
berjalan secara teratur, saling bergantung, komplementer, dan berkesinambungan
untuk mencapai suatu tujuan pengajaran, baik yang sifatnya intruksional maupun
tujuan pengiring. Salah satu komponen dari sistem pengajaran adalah sumber
belajar yang dapat dipergunakan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar. Menurut
Sudjana dan Rivai (2003: 76) sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang
dapat dimanfaatkan guna kepentingan Proses Belajar mengajar, baik secara
langsung maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Menurut Rohani (2004: 172) sumber belajar mencakup manusia dan non
manusia yang dapat memberi kemudahan belajar kepada peserta didik. Sumber
belajar sangat mempengaruhi kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
Dengan kata lain sumber belajar dapat mempengaruhi kualitas pengajaran.
Sumber belajar manusia adalah guru, sedangkan sumber belajar non
manusia adalah segala daya non manusia yang dapat dimanfaatkan guna memberi
kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya. Kedudukan guru sebagai sumber
belajar disini adalah guru sebagai fasilitator dan pengelola pada proses
kegiatan belajar mengajar. Berkaitan dengan penggunaan sumber belajar, sangat
erat kaitannya dengan pemilihan strategi, metode pengajaran yang dipilih guru
dalam kegiatan belajar mengajar (Sudjana dan Rivai, 2003: 87).
Sampai dewasa ini guru masih berpegang pada pandangan sumber
belajar dalam pengertian sempit, yaitu buku-buku atau bahan-bahan tercetak
lainnya (Sudjana dan Rivai, 2003: 76). Hal ini terlihat dalam progam pengajaran
yang disusun oleh guru, komponen sumber belajar pada umumnya akan diisi dengan
buku teks pelajaran (text book). Text book yang digunakan oleh guru dalam menunjang proses belajar mengajar
ada dua macam yaitu text book anjuran dan text book wajib. Buku sebagai sumber belajar dipandang sangat mempengaruhi
kualitas proses belajar mengajar dan hasil belajar peserta didik. Proses
belajar yang dimaksud disini adalah proses belajar secara klasikal maupun
belajar mandiri pada saat di kelas maupun belajar mandiri selepas jam sekolah.
Demikian pula pada kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya, sumber belajar
yang digunakan adalah buku. Berkaitan dengan penggunaan buku teks pelajaran,
metode pengajaran yang digunakan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar adalah
gabungan antara metode ceramah, tanya jawab, latihan dan tugas. Menurut Sudjana
(2005:91), metode ceramah digunakan untuk menyampaikan materi, metode tanya
jawab untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang telah disampaikan,
metode latihan untuk melatih ketrampilan dari bahan yang telah dipelajari,
sedangkan metode tugas untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap bahan/materi
yang telah disampaikan.
Berdasarkan pengamatan, guru biasanya mengambil bahan ajar,
membuat latihan-latihan maupun penugasan, terutama dari buku teks pelajaran (text book) yang
dianjurkan. Sedangkan para siswa harus memperoleh text book yang dianjurkan
dengan cara membeli dari penerbit tertentu yang sudah ditentukan oleh guru,
oleh karena hanya sebagian siswa yang memiliki text book anjuran karena
faktor biaya, meskipun tidak menutup kemungkinan siswa memperoleh text book anjuran
dengan cara meminjam dari perseorangan.
Kenyataan yang ada selama ini biasanya perpustakaan sekolah hanya
menyediakan text book wajib dalam jumlah yang terbatas, sehingga jumlah yang tersedia
tidak mencukupi jumlah siswa yang ada, dan peminjaman hanya pada saat proses
belajar mengajar akuntansi berlangsung. Padahal idealnya setiap siswa
memperoleh satu text book wajib dan jangka waktu peminjamannya satu tahun ajaran, atau
selama materi yang ada dalam text book wajib dibahas.
Text book anjuran biasanya digunakan sebagai buku pelengkap buku wajib, hal
ini dikarenakan text book anjuran isinya lebih lengkap daripada text book wajib. Text book wajib biasanya
digunakan oleh guru untuk menambah latihan-latihan soal. Text book wajib diperoleh
oleh siswa secara cuma-cuma dan peminjamannya melalui perpustakaan sekolah.
Di SMK YPE Kroya dari setiap tahun ajaran, siswa yang memiliki text book akuntansi anjuran hanya
sekitar 20% namun setiap proses belajar mengajar mata diklat Akuntansi para
siswa diharuskan meminjam text book wajib yang tersedia di perpustakaan sekolah, sehingga semua siswa
memegang text book pada saat Proses Belajar Mengajar berlangsung. Namun text book wajib akuntansi
dari perpustakaan yang jumlahnya sangat terbatas hanya boleh dipinjam pada saat
proses belajar mengajar akuntansi berlangsung. Karena jumlahnya yang terbatas,
maka text book wajib akuntansi dari perpustakaan hanya diperuntukan bagi siswa
yang tidak memiliki text book akuntansi anjuran. Atau dengan kata lain bagi siswa yang tidak
memiliki text book akuntansi anjuran pada saat belajar mandiri selepas jam sekolah
tidak memanfaatkan text book sebagai sumber belajar.
Fungsi sebenarnya dari buku teks pelajaran anjuran adalah sebagai
buku pelengkap buku teks pelajaran wajib, atau keduanya adalah merupakan satu
kesatuan. Namun, seperti diuraikan di atas, keadaan yang ada di SMK YPE Kroya
karena buku teks pelajaran wajib yang disediakan oleh sekolah terbatas dan
jumlah siswa yang memiliki buku teks pelajaran anjuran hanya sebagian siswa,
maka pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung siswa hanya
menggunakan buku teks pelajaran anjuran atau buku teks pelajaran wajib saja,
sehingga kedudukan buku teks pelajaran wajib dan buku teks pelajaran anjuran
menjadi berdiri sendiri-sendiri.
Berdasarkan pengamatan selama ini menunjukan bahwa nilai mata
diklat Akuntansi kelas X Akuntansi di SMK YPE Kroya tergolong baik, namun nilai
yang diperoleh siswa berbeda-beda. Peneliti berasumsi bahwa perbedaan nilai
yang dicapai oleh siswa dikarenakan ada siswa yang menggunakan text book akuntansi
anjuran saja dan ada siswa yang hanya menggunakan text book wajib pada proses
kegiatan belajar mengajar. Sedangkan penggunaan buku teks pelajaran erat
kaitannya dengan belajar mandiri baik secara klasikal di sekolah maupun
kegiatan belajar mandiri di rumah. Kenyataan ini yang mendorong keinginan
penulis untuk mengungkap lebih jauh tentang perbandingan prestasi belajar
antara siswa yang menggunakan text book akuntansi anjuran belajar dengan yang menggunakan text book akuntansi
wajib dengan sebuah judul “studi komparasi prestasi belajar siswa antara
metode pembelajaran menggunakan text book anjuran dengan menggunakan text
book wajib pada mata diklat akuntansi siswa kelas X Akuntansi SMK YPE Kroya
tahun ajaran 2006/ 2007”. Dengan kosentrasi penelitian pada prestasi belajar akuntansi
siswa kelas X progam studi Akuntansi tahun 2006/ 2007.
Selengkapnya download DISINI



0 komentar:
Posting Komentar